Kamis, 19 Agustus 2010

Daftar Film Indonesia Yang Sukses Go International (dengan judul internasional)

Ternyata perfilman indonesia sudah smakin maju. cuma saya yang tdk tau.

"What's Up with Love?"
Ada Apa Dengan Cinta


Film ini merupakan salah satu tonggak kebalinya kembangkitan film Indonesia, dari "Mati Suri-nya" setelah beberapa tahun.

Ada Apa dengan Cinta? (bahasa Inggris: What's Up with Love?, bahasa Jepang: Ganbare, Ai dan Beautiful Days) adalah sebuah film Indonesia karya Rudi Soedjarwo yang diluncurkan pada 8 Februari 2002 (5 hari sebelum Imlek) dan dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo.

Film ini meraih sukses besar di Indonesia, dan bersama film Petualangan Sherina (2000), menandai kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Ada Apa dengan Cinta ditayangkan di berbagai negara, termasuk Malaysia dan Jepang.
http://id.wikipedia.org/wiki/Ada_Apa_Dengan_Cinta%3F


"Sing To The Dawn"

Meraih Mimpi (Sing To The Dawn),


Film tersebut dirilis tanggal 30 Oktober 2008 di Singapura, kemudian di Korea, Malaysia, dan Rusia. Film ini juga pernah diputar di Pusan international Film Festival di Korea Selatan dan American film Market di Santa Monica, AS.
Film "Meraih Mimpi" Tayang Perdana di Penutupan Festival Film International KidsFfest Indonesia 2009.
http://id.wikipedia.org/wiki/Meraih_Mimpi

"Macabre"
Rumah Darah (Macabre),

Sebelum ditayangkan di Indonesia, karakter Dara telah lebih dahulu dipopulerkan lewat segmen film pendek "Dara" dalam film horor antologi "Takut: Faces of Fear" yang juga disutradarai Mo Brothers dan dirilis pada tahun 2008 di festival-festival film di seluruh dunia. Segmen film pendek Dara mendapat begitu banyak tanggapan positif sehingga akhirnya Rumah Dara mendapat harapan besar dari para penggemar film Dara. Pada tahun 2008-2009, Rumah Dara juga telah dilayarkan lebih dahulu di berbagai festival film internasional dan banyak meraih penghargaan. Pada akhir 2009, film ini ditayangkan di Singapura terlebih dahulu dan mendapatkan rating M18 (untuk adegan sadis dan kekerasan).[1] Rumah Dara lalu dirilis secara serempak di seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2010. Distribusi film ini ke Amerika Utara dan Eropa telah dibeli oleh Overlook Entertainment.[2]

Dalam twitter resmi Rumah dara, diumumkan bahwa film ini dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film Malaysia. Film ini menjadi film Indonesia pertama yang dicekal dan dilarang untuk tayang di Malaysia.[3]

Film ini mendapat reaksi kritikan yang bagus, dan juga banyak nominasi. Dalam Independent Film Award, film ini menerima delapan nominasi, memenangkan dua, Best Actress untuk Shareefa Daanish dan Best Supporting Actress untuk Julie Estelle. Nominasi lainnya termasuk dua nominasi Best Supporting Actress, dua nominasi Best Supporting Actor dan nominasi untuk Best Picture dan Art-Direction/Set-Decoration.
http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Dara


"Forbidden Door"
Pintu Terlarang (Forbidden Door),


Sekalipun di Indonesia dianggap kurang sukses, namun film ini ditanggapi positif di dunia Internasional saat perilisannya di banyak festival.

Penghargaan

-Pintu Terlarang terpilih dan diputar pada International Film Festival Rotterdam ke-38 pada 21 Januari hingga 1 Februari 2009.
-Pintu Terlarang juga berhasil meraih penghargaan Best of Puchon di Puchon Intenational Fantastic Film Pestival yang digelar di Korea Selatan pada 16-26 juli 2009[1].
http://id.wikipedia.org/wiki/Pintu_Terlarang_%28film%29


"Red and White"
Merah Putih II--Darah Garuda (Red and White II--Blood of Eagles)...


Trilogi film ini (Merah Putih 1,2,dan3), merupakan film termahal milik Indonesia, yaitu sekitar Rp60 Milyar.

Darah Garuda atau Merah Putih II (Internasional: Blood of Eagles) adalah film drama fiksi historis Indonesia yang dirilis tahun 2010 dan bagian kedua dari rangkaian film "Trilogi Merdeka" yang merupakan trilogi film perjuangan pertama di Indonesia. Film ini disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn. Film ini dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Aryo Bayu, Teuku Rifnu Wikana, Rahayu Saraswati, Rudy Wowor, Astri Nurdin, dan Alex Komang.

Film ini juga mengumpulkan tim ahli efek spesial dan ahli teknis film dengan pengalaman dalam pembuatan film Hollywood seperti: koordinator efek spesial dari Inggris Adam Howarth yang pernah terlibat dalam film Saving Private Ryan dan Blackhawk Down; koordinator stunt Rocky McDonald (Mission: Impossible II, The Quiet American); Penata rias dan artis efek visual Rob Trenton (The Dark Knight); Penata perlengkapan perang John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins: Wolverine); dan Asisten sutradara pertama Mark Knight (December Boys, Beautiful). [3]
http://id.wikipedia.org/wiki/Merah_Putih_%28film%29
http://id.wikipedia.org/wiki/Merah_Putih_2:_Darah_Garuda

"Love for Share"
Berbagi Suami (Love for Share)


Berbagi Suami (judul rilis internasional: Love For Share) adalah sebuah film drama Indonesia yang disutradarai Nia Dinata.

Film ini mendapatkan penghargaan Golden Orchid Award sebagai Best Foreign Language Film dalam Festival Film Hawaii, Amerika Serikat dan juga "Movie of the Year"[1] dari Guardians e-Awards pada tahun 2007, berdampingan dengan Nagabonar Jadi 2.
http://id.wikipedia.org/wiki/Berbagi_Suami

nyaris mendapat tempat sebagai Best Foreign Languange (Film Asing Terbaik) di Oscar, . Love for Share (Judul asing BS) menggondol Golden Orchid Award sebagai Best Feature Film pada 2006, mengalahkan film-film dari 47 negara yang berkompetisi. Sementara di Belgia dalam Festival Internationale du film Indépendent, Nia Dinata dipredikatkan sebagai sutradara terbaik (Prix de la meilleure Réalisation (award for best direction).

http://www.whooila.com/2010/08/4-film-indonesia-yang-menang-di-taraf.html#axzz0x0oS07SF


"Merantau"
Merantau-(2009)


Merantau meraih penghargaan di ajang festival internasional sebagai film terbaik ActionFest 2010, yang digelar di Asheville, North Carolina Amerika Serikat pada 15-18 April 2010. mengalahkan kandidat lainnya seperti film silat Hong Kong yang dibintangi Donnie Yen, 14 Blades. Nominasi, Best Director dan Best Choreography. Kesuksesan film ini di kancah Internasional, diyakini karena unsur, kultur indonesia yang memperkenalkan silat (Indonesia), yang merupakan hal yang "fresh" di kalangan luar negeri.

http://www.whooila.com/2010/08/4-film-indonesia-yang-menang-di-taraf.html#ixzz0x0tiOItf


"The Rainbow Troops"
Laskar Pelangi-(2009)


Merupakan Film Favorit dalam Indonesian Movie Awards 2009 dan penghargaan terbaik lokal lainnya.

Memenangkan penghargaan sebagai Film Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 2010.
http://www.whooila.com/2010/08/4-film-indonesia-yang-menang-di-taraf.html#ixzz0x0tiOItf


Itu contoh film2 Indonesia yang sukses di kancah Internasional.

Menurut Agan-agan sekalian gimana?

ya... kebanyakan film yang saya sebutkan tadi, emang gak sukses dinegeri sendiri (karena beberapa sebab, contoh: adegan kekerasan yang mungkin "kelewatan" pada film Rumah Dara. atau meraih mimpi, ya... kita 'kan tau, kalau di Indonesia itu peminat film animasi masih kurang...).

Sebenarnya masih banyak lagi yang lain. Kalian bisa masuk ke www.imdb.com untuk melihat rating, votes, tanggal dan tempat (negara) rilis film-film Indonesia.

Oh iya, buat agan-aganwati yang baik hati dan gak sombong, follow ane donk, di http://twitter.com/AriefRahm4n nanti ane follow balik dech, OK!

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5046303

3 komentar:

did you know ? mengatakan...

baru tau kalau ternyata ada juga film Indonesia yang ditayangin di luar negeri.. ternyata industri perfilmman kita ga jelek2 bgt. hehe

Anonim mengatakan...

film Fiksi, pemerannya Donny Alamsyah

Anonim mengatakan...

wah...keren2 nih film
yang ngasih iformasi juga hebat,,,
terima kasih

Posting Komentar