Jumat, 27 Februari 2009

Al-Khwarizmi

Profil Al-Khwarizmi

MATE-MATIKA. sebagian besar orang pasti mengatakan bahwa mate-matika itu sulit, rumit, dan berbelit-belit. Tapi saya bukan mau bahas tentang sulitnya mate-matika, tetapi, tentang siapa sih orang cerdas yang paling banyak menyumbangkan karyanya untuk kemajuan bidang mate-matika ini? Coba pikir, ngerjain soal yang sudah di sediakan saja kita sudah kualahan. Bagaimana dengan yang menyumbangkan banyak karya yang sangat penting bagi mate-matika ini?, tentu-lah dia adalah seorang ilmuwan yang sangat cerdas.

Tahukah kalin, kalau ternyata angka nol itu sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, dan angka nol ini ternyata adalah merupakan penemuan besar loh!!!...



Abu Ja'far Muhammad bin Musa Al-Khwarizmi (780-846 M). seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 194 H/780 M di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 262 H/846 M atau sekitar 850 M. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad. Nah, beliau inilah sang penemu angka nol, dan yang digelar sebagai bapak Aljabar. Beliau merupakan intelektual muslim yang Banyak menyumbangkan karyanya di bidang matematika, geografi, musik, dan sejarah. Dari namanyalah istilah algoritma diambil.


Tentang agama al-Khawārizmī', Toomer menulis:

Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-Ṭabarī, "al-Majūsī," dapat dilihat mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster. Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran]]. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok, jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.

Al-jabar adalah buku pertamanya yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Hisab al-Jabr wa al-Muqabla (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) dan Al-Jama' wa at-Tafriq bi Hisab al-Hind (Menambah dan Mengurangi dalam Matematika Hindu) adalah dua karya Al-Khwarizmi dalam bidang matematika yang sangat penting. Kedua karya tersebut banyak menguraikan tentang persamaan linier dan kuadrat. Selain dua karya tersebut masih banyak lagi karya-karya besar dan penting dari beliau yang lain.

Metode beliau dalam menyelesaikan linear dan notasi kuadrat dilakukan dengan meredusi notasi ke dalam 6 bentuk standar (dimana b dan c adalah angka positif)

• Angka ekual kuadrat (ax2 = c)
• Angka ekual akar (bx = c)
• Kuadrat dan akar ekual (ax2 + bx = c)
• Kuadrat dan angka akar ekual (ax2 + c = bx)
• Akar dan angka kuadrat ekual (bx + c = ax2)
• Kuadrat ekual akar (ax2 = bx)

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.
Selain ahli di bidang matematika, astronomi, dan geografi, beliau juga adalah ahli seni musik (yang memperkenalkan musik Arab ke dunia latin). Dengan meninggalkan karya-karya besarnya, beliau merupakan ilmuwan terkemuka pada zamannya, tapi kalau ditanya, mana yang paling jenius, antara Al-Khwarizmi dengan Einstein (manusia terjenius abad 20), saya juga bingung. Soalnya zamannya beda.




0 komentar:

Posting Komentar