Selasa, 17 Maret 2009

Biografi Albert Einstein

Profil Albert Einstein,

Albert Einstein, siapa sih yang gak kenal sama nama dari seorang jenius ini. Kalau ada yang gak tahu, saya cuma bisa bilang “kemane aje loch”, hemMm… Sangat sangat keterlaluan kalau kamu gak kenal dengan ilmuwan terkemuka abad 20 ini. Tau gak waktu mulai nulis artikel ini ada sesuatu yang menarik perhatianku. Pada saat saya mengetik nama Albert Einstein, huruf E pada nama Einstein menjadi huruf Kapital, dengan sendirinya. Gak penting yach?. Kalau begitu tidak usah di bahas lagi.



Tapi, hal itu membuktikan kalau nama Einstein memang merupakan salah satu nama besar yang wajib kita ketahui. Eh, kok di bahas lagi, maaf yah, lupa..!!!. Nama Einstein sangat identik dengan kecerdasan, seperti bersinonim (persamaan kata) dengan kata cerdas bahkan kejeniusan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan.

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman. sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka adalah keturunan Yahudi. Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut. Dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya.

Pada 1898 Einstein menemui Mileva Maric dan jatuh cinta kepadanya. Mileva Maric adalah seorang Serbia, ia teman sekelas Einstein (juga teman Nikola Tesla). Mileva adalah seorang matematikawan, pendamping pribadi dan kepandaiannya, Pada 14 Mei 1904. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir pada bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah. Setahun kemudian, pada 6 januari 1903. Einstein menikahi Mileva, lalu pasangan ini memiliki anak pertama yang bernama Hans Albert Einstein.

























Pada masa kecilnya, Einstein tidak (jauh) berbeda dengan anak-anak lainnya, bahkan ia cenderung memiliki masalah dengan sekolahnya. Einstein adalah orang dengan ciri-ciri yang mirip sekali dengan anak-anak yang cenderung dominan otak kanannya. Pertama Dia tahu apa yang dia mau dan dia juga tahu apa yang dia tidak mau. Yang kedua dia hanya mau mengerjakan apa yang dia mau, dan jika dipaksa dia cenderung akan melawan atau menghindar. Dan yang ketiga dia sangat fokus untuk bisa mencapai apa yang dia mau hingga akhirnya ia menjadi Ilmuwan terbesar dunia abad 20.

Dan inilah yang menjadi masalah Einstein ketika ia bersekolah, ia sering membolos pada jam pelajaran yang ia tidak sukai. Yaitu, saat pelajaran bahasa, sastra dan menggambar. Einstein lebih tertarik untuk mengerjakan apa yang ia sukai. Yaitu, hal-hal yang berhubungan dengan musik, membaca buku-buku sains, dan berlayar, dan hal itulah yang dilakukan oleh Einstein pada saat ia membolos sekolah. Pemikiran Einstein inilah yang banyak bertentangan dengan Otoritas Akademik di Jerman.

Ia banyak mengkritik sistem pendidikan di Jerman yang menurutnya banyak menghambat potensi unggul yang dimiliki oleh seorang anak. Karena hal-hal tersebut, Sehingga pada akhirnya dia memilih untuk tidak mau menjadi warga negara Jerman. Peristiwa ini terjadi pada saat Einstain berusia 20tahun.

Setelah mencari, Einstein akhirnya menemukan sebuah Negara yang netral, yang memberikan kebebasan warga negaranya untuk berekspresi. Dan Negara itu adalah Swiss. Namun karena desakan Nazi di Swiss pada perang dunia kedua.Dia juga mengajukan kewarganegaraan AS. Hingga akhir hayatnya dia memiliki 2 kewarganegaraan yakni Swiss dan AS.

Sebelum ia wafat, Einstein pernah merasa sangat sedih dan bersalah. Karena telah menciptakan sebuah “mesin” pembunuh massal yang kita kenal dengan bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Ia sangat menyesali hal tersebut.

Catatan: Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

Sekedar informasi alamat blog ini (theinsteiner), saya ambil dari kata Einstein (the-Einstein-er).

Kebanyakan informasi ini saya ambil dari http://www.wikipedia.net dan di-edit seperlunya. Kalau ada kesalahan mohon dimaklumi dan dimaafkan.

0 komentar:

Posting Komentar